BANDAR LAMPUNG, TANOHLADO.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan seluruh sekolah jenjang TK, SD, dan SMP negeri menerapkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dengan tidak mewajibkan orang tua membeli seragam sekolah melalui pihak sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, mengatakan arahan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam menghadirkan layanan pendidikan yang terjangkau sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya saat memasuki tahun ajaran baru.
Menurut Ramdhan, orang tua diberikan kebebasan untuk membeli seragam nasional, seperti putih-merah bagi siswa SD dan putih-biru bagi siswa SMP, di toko mana pun sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
“Yang kami tekankan, sekolah tidak boleh memberatkan orang tua murid dengan pungutan ataupun mewajibkan pembelian seragam di sekolah. Orang tua bebas memilih tempat membeli seragam,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, apabila sekolah menyediakan seragam dengan harga lebih terjangkau dan kualitas yang baik, hal tersebut diperbolehkan selama tidak ada unsur pemaksaan kepada wali murid.
Sementara untuk seragam khas sekolah, seperti batik bermotif khusus, pengadaannya dapat dilakukan melalui sekolah karena umumnya tidak tersedia di pasaran. Namun, harga yang ditetapkan tetap harus wajar dan tidak membebani orang tua.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan ramah bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas layanan pendidikan, Pemkot juga terus mendorong agar seluruh sekolah mengedepankan transparansi serta menghindari pungutan yang tidak sesuai aturan.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkot Bandar Lampung berharap seluruh peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru dengan lebih nyaman, sementara orang tua memperoleh keleluasaan dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah tanpa tekanan maupun kewajiban yang memberatkan.
(SANG)













