JAKARTA,TANOHLADO.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil langkah tegas dengan menangguhkan operasional 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, Senin (27/6). Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya pelanggaran standar kualitas dan prosedur operasional yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Dalam keterangannya di Kantor BGN, Sudaryono merinci sebaran dapur yang ditangguhkan meliputi 98 unit di wilayah Sumatra, 311 unit di Jawa dan Madura, serta 424 unit di wilayah lainnya. Langkah ini menjadi salah satu tindakan perdana Sudaryono dalam memastikan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.
Penangguhan tersebut didasari oleh temuan terkait buruknya higienitas dan sanitasi, kualitas pangan yang tidak memenuhi standar gizi, hingga laporan kasus keracunan. Selain itu, masalah pada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) juga menjadi faktor krusial dalam penutupan ini.
Sudaryono menegaskan bahwa tindakan tegas ini dilakukan setelah upaya pemberian waktu untuk evaluasi dan perbaikan tata kelola tidak diindahkan oleh para pengelola dapur. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pangan dan efektivitas pelayanan gizi bagi masyarakat di masa mendatang.













